Kamis, 19 November 2020

Keunggulan Kacamata Cat Eye Untuk Para Kaum Milennial

 


Kacamata yg dapat menunjang gaya berpakaian aksesoris patuti aplikasikan kacamata pun panas dengan makan karena dapat menguatkan kesan stylish dalam penampilan selain itu kacamata juga punya fungsi kesehatan yang melindungi dari sinar matahari ketika berada di luar ruangan dan saat liburan kacamata cat air pun bisa anda pertimbangkan karena tampilannya yang dapat mencuri atensi kacamata rakyat juga sedang banyak digemari para selebgram.

1.     Le Specs

Untuk bergaya, kebanyakan orang memilih kacamata warna hitam yang lebih netral dan tak tampil mencolok. Jika Anda juga berpikir demikian, pilihan dari brand Le Specs ini patut dipertimbangkan. Meski berwarna netral, kacamata dari koleksi Le Specs x Adam Selman tersebut juga punya tampilan cat eye menarik. Item bernama The Last Lolita itu dijual Rp 1,6 jutaan.

2.   ASOS

Belakangan gaya 80an tengah tren di kalangan fashionista. Anda yang ingin melengkapi tampilan eighties bisa mengandalkan kacamata berikut ini. Kacamata cat eye tersebut hadir dengan lensa berwarna yang memang tren di tahun 80an. Namun warna lensa yang dihadirkan adalah cokelat muda sehingga tidak tampak terlalu mencolok. ASOS 80s Small Metal Cat Eye Fashion Sunglasses ini dijual Rp 250 ribuan.

3.   Kendall + Kylie

Brand kolaborasi dua saudari Jenner ini cukup banyak menampilkan produk-produk fashion unik. Salah satunya kacamata cat eye berikut. Kacamata 'Vivian' tersebut patut dikoleksi Anda yang lebih berani dalam berpenampilan. Apalagi dengan warnanya yang merah menyala. Item seharga Rp 1 jutaan ini juga dipastikan dilengkapi dengan UV protection sehingga bisa melindungi mata ketika cuaca terik.

4.   Ganni

ika ingin tampilannya yang lebih manis dan feminin, Anda bisa memilih kacamata keluaran Ganni ini. Selain feminin, item tersebut juga terlihat playful dan fierce dalam waktu bersamaan. May cat-eye glittered acetate sunglasses itu punya bingkai dengan tekstur mutiara yang membuatnya semakin spesial. Item seharga Rp 2,6 jutaan itu pun pantas dipakai di keseharian.

5.   Quay

Quay juga menawarkan kacamata cat eye berwarna pink. Namun bingkainya hadir dengan warna transparan. Pantas dikenakan ketika penampilan sedang sederhana sebagai penyemarak penampilan atau saat wajah sedang tidak dandan sehingga tampak lebih cerah. Eclipse Sunglasses ini bisa dimiliki seharga Rp 780 ribuan.

Bagaima menarik sekali bukan fakta kacamat cat eye, kalian bisa medapatkan versi yang murahnya di dari web https://cutecateyesunglasses.blogspot.com/2020/11/cat-eye-sunglasses-kacamata-ini-dapat.html Disana kalian bisa medapatkan kacamata dengan kualitas yang murah dan harga yang terjangkau tetapi kuliatas yang tidak bisa diragukan. Dan segera dapatkan promonya keburu kehabisan. Kacamata ini sangatlah bermanfaat selain trendy dapat melindungi bahaya mata dari sinar matahari dan debu dabu. Karena sangat zaman sekali kacamata ini kebanyakan selebriti menggunakannya ayu segera dapatkan tunggu kapan lagi gaya kalian dapat terlihat seperti model atau selebriti.

Macam Macam Kacamata Dari Berbagai Dunia

 

Kacamata Hitam



Kacamata Hitam

Kacamata hitam adalah kacamata yang mempunyai lensa yang gelap (biasanya berwarna hitam). Tujuan pembuatan kacamata ini adalah untuk melindungi mata dari cahaya silau hingga cahaya ultraviolet (UV). Kacamata hitam digunakan selain untuk melindungi mata dari cahaya, juga sering digunakan untuk alasan gaya. Kacamata hitam juga sering kali digunakan oleh para tuna netra untuk alasan estetika supaya orang tidak perlu melihat mata mereka.

Kacamata hitam ini pertama kali digunakan pada abad 12 atau mungkin lebih awal di Cina. Mirip dengan kacamata hitam, suku Inuit juga menggunakan kacamata salju untuk melindungi mata mereka, walaupun kacamata jenis ini tidak dapat mengkoreksi kelainan yang dialami oleh mata.[4]

Kacamata 3D

Kacamata 3D merupakan kacamata yang digunakan untuk menonton film tiga dimensi di mana kacamata 3D ini merupakan alat bantu vital untuk mendapatkan sensasi tiga dimensi. Kacamata ini memiliki satu lensa yang berwarna merah dan satu lensa yang berwarna biru atau cyan.

Kacamata Baca

Kacamata baca adalah kacamata yang digunakan untuk membantu mata mencapai penglihatan normalnya ketika membaca. Kacamata jenis ini menjadi kebutuhan bagi para penderita cacat mata. Contoh kelainan mata yang dapat diperbaiki dengan kacamata baca adalah

Miopia atau lazim disebut pula rabun jauh. Ini adalah sebuah kelainan mata di mana mata tidak mampu melihat benda-benda yang jauh, tetapi dapat melihat benda yang dekat akibat kelainan lensa mata orang tersebut yang telah kehilangan gaya elastisitasnya. Akibatnya cahaya pun tidak tepat jatuh pada retina melainkan jatuh di depan retina. Kelainan mata ini bisa diatasi dengan bantuan kacamata berlensa konkaf atau juga lazim dikenal dengan kacamata minus.

Kacamata Baca

Hipermetropi atau lazim pula disebut rabun dekat. Ini adalah sebuah kelainan mata di mana mata tidak mampu melihat benda yang dekat, tetapi dapat melihat benda yang jauh akibat lensa mata orang tersebut kehilangan elastisitasnya sehingga cahaya tidak jatuh tepat pada retina melainkan jatuh di belakang retina. Kelainan mata ini bisa diatasi dengan bantuan lensa konveks atau sering juga disebut kacamata plus.

Presbiopi atau sering juga disebut rabun tua karena biasanya kelainan mata ini dialami oleh orang-orang yang sudah berusia di atas 40 tahun. Kelainan jenis ini membuat si penderita tidak mampu melihat dengan jelas benda-benda yang berada di jarak jauh maupun benda yang berada pada jarak dekat. Untuk mengatasi kelainan mata ini, diharuskan mengenakan kacamata bifokal.

Astigmatisma atau akrab pula disebut dengan istilah silinder, adalah sebuah gangguan pada mata yang membuat si penderita tidak mampu membedakan garis lurus. Gangguan mata ini disebabkan karena adanya permukaan yang tidak rata pada bagian mata sehingga ketika cahaya dipantulkan melalui permukaan yang tidak rata tersebut, maka akan mengirimkan cahaya yang tidak rata pula pada retina mata. Untuk mengatasi masalah ini, dapat menggunakan lensa silinder.

Nancy Reagan dengan kacamata oversizenya. Kacamata bukan hanya sebagai alat bantu penglihatan, tetapi juga sebagai aksesoris

Kacamata Kini

Sekarang ini, kacamata lazim sekali menggunakan lensa plastik. Hal ini disebabkan pertimbangan untuk melindungi mata si pengguna karena lensa plastik tidak mudah pecah dibandingkan dengan lensa kaca. Selain itu, dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, lensa kacamata plastik pun diusahakan supaya tidak mengalami pecah berkeping-keping sehingga tidak membahayakan mata penggunanya.

Penggunaan kacamata pada zaman sekarang tidak lagi terbatas sebagai alat bantu penglihatan. Saat ini, kacamata sudah menjadi salah satu aksesoris fashion yang turut berkembang pesat.[5] Tidak jarang pula kacamata menjadi gaya khusus bagi seseorang.

Lensa Kontak, Alternatif Pengganti Kacamata

Walaupun begitu, kacamata sekarang ini mulai dirasa merepotkan. Walaupun praktis dan mudah digunakan, tetapi kacamata juga dirasakan menghambat manusia dalam berkegiatan seperti misalnya ketika berolahraga, ketika makan-makan panas yang menyebabkan lensa kacamata berembun, berenang, ketika berjalan di tengah hujan, atau melakukan perpindahan dari tempat yang bersuhu cukup drastis misalnya dari tempat yang dingin sekali ke tempat yang lebih hangat. Keberadaan lensa kontak untuk membantu penglihatan serta operasi lasik pun mulai menjadi alternatif bagi pengguna kacamata.[6]

Sejarah Kacamata Berasal Dari Roma

 KACAMATA

Kacamata adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yang berangka dan ada yang tidak).[1] Sekarang selain menjadi alat bantu penglihatan, kacamata juga sudah menjadi pelengkap gaya serta menjadi alat bantu khusus untuk menikmati hiburan seperti kacamata khusus tiga dimensi.

Pendahuluan

Sejarah kacamata pertama kali dimulai dari Nero, seorang kaisar Roma, yang berkuasa pada tahun 54 sampai 68 Masehi. Nero selalu menggunakan batu permata cekung untuk membaca hingga menonton pertunjukan, walaupun tidak diketahui dengan pasti apakah Nero memiliki masalah dengan penglihatannya.

Penemuan Kacamata[sunting | sunting sumber]

Bangsa Cina mungkin yang pertama kali menggunakan kacamata seperti kacamata yang lazim digunakan sekarang ini. Biasanya kacamata itu terbuat dari lensa yang berbentuk oval sangat besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai dari tempurung kura-kura. Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dikaitkan ke telinga mereka atau lensanya diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka. Bagi bangsa Cina waktu itu, kacamata hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka terlihat lebih keren dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya mengenakan bingkai kacamatanya saja tanpa lensa.




Perkembangan

Kacamata mulai dikenal di Eropa pada abad ke-13. Namun berbeda dengan bangsa Cina, orang Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.

Kacamata Abad 16 di Jerman

Kacamata pertama yang dipergunakan oleh orang Eropa hanyalah kaca pembesar yang dipegang dengan satu tangan. Setelah itu barulah digunakan lensa kaca ganda yang diberikan gagang supaya bisa dikaitkan ke telinga. Lalu, gagangnya pun dihilangkan dan digantikan dengan pita atau tali agar bisa diikatkan ke kepala. Untuk beberapa waktu, orang menggunakan kacamata per, yakni kacamata yang dijepit dengan alat sejenis peniti ke atas hidung. Akhirnya, lama kelamaan, muncullah ide untuk menggunakan kawat bengkok yang dikeraskan supaya menjadi gagang di telinga.

Lensa yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan konon digunakan oleh Abbas Ibn Firnas [3] pada abad ke sembilan. Abbas Ibn Firnas menemukan cara untuk memproduksi lensa yang amat jernih. Lensa ini ada dibentuk dan diasah menjadi batu bulat yang dapat digunakan untuk membaca sehingga terkenal dengan istilah batu membaca.

Pada akhir abad ketiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian ilmuan dan sejarawan Inggris yang bernama Sir Joseph Needham. Penelitiannya menunjukkan bahwa kacamata ditemukan 1000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polo pada tahun 1270. Hal ini juga disebutkan oleh Marco Polo dalam bukunya tersebut. Walau tidak diketahui secara pasti, tetapi orang percaya bahwa tukang kacalah yang menjadi penggagas hal ini


Cute Cat Eye Sunglasses






Cat Eye Sunglasses

Kacamata ini dapat kalian gunakan ama digunakan selama transpotasi.

Function
  • Perlindungsn UV40
  • Perlindungan Radiasi
  • Melindungi Mata

Cek Variasinya dibawah.

Harga Rp 20.000

Type
Leopard


Red

Black


White

Yuk Segera Diorder Dan Dapatkan Promo Yang Menarik.

Keunggulan Kacamata Cat Eye Untuk Para Kaum Milennial

  Kacamata yg dapat menunjang gaya berpakaian aksesoris patuti aplikasikan kacamata pun panas dengan makan karena dapat menguatkan kesan sty...