Kacamata Hitam
Kacamata
Hitam
Kacamata hitam adalah
kacamata yang mempunyai lensa yang gelap (biasanya berwarna hitam). Tujuan
pembuatan kacamata ini adalah untuk melindungi mata dari cahaya silau hingga cahaya ultraviolet (UV).
Kacamata hitam digunakan selain untuk melindungi mata dari cahaya, juga sering
digunakan untuk alasan gaya. Kacamata hitam juga sering kali digunakan oleh para tuna netra untuk
alasan estetika supaya orang tidak perlu melihat mata mereka.
Kacamata
hitam ini pertama kali digunakan pada abad 12 atau mungkin lebih awal di Cina.
Mirip dengan kacamata hitam, suku Inuit juga
menggunakan kacamata salju untuk melindungi mata mereka, walaupun kacamata
jenis ini tidak dapat mengkoreksi kelainan yang dialami oleh mata.[4]
Kacamata 3D
Kacamata 3D merupakan
kacamata yang digunakan untuk menonton film tiga dimensi di mana kacamata 3D
ini merupakan alat bantu vital untuk mendapatkan sensasi tiga dimensi. Kacamata
ini memiliki satu lensa yang berwarna merah dan satu lensa yang berwarna biru
atau cyan.
Kacamata
Baca
Kacamata
baca adalah kacamata yang digunakan untuk membantu mata mencapai penglihatan
normalnya ketika membaca. Kacamata jenis ini menjadi kebutuhan bagi para
penderita cacat mata. Contoh kelainan mata yang dapat diperbaiki dengan
kacamata baca adalah
Miopia atau lazim disebut pula rabun jauh. Ini adalah sebuah kelainan mata di mana mata tidak mampu melihat benda-benda yang jauh, tetapi dapat melihat benda yang dekat akibat kelainan lensa mata orang tersebut yang telah kehilangan gaya elastisitasnya. Akibatnya cahaya pun tidak tepat jatuh pada retina melainkan jatuh di depan retina. Kelainan mata ini bisa diatasi dengan bantuan kacamata berlensa konkaf atau juga lazim dikenal dengan kacamata minus.
Kacamata
Baca
Hipermetropi atau
lazim pula disebut rabun dekat. Ini adalah sebuah kelainan mata di mana mata
tidak mampu melihat benda yang dekat, tetapi dapat melihat benda yang jauh
akibat lensa mata orang tersebut kehilangan elastisitasnya sehingga cahaya
tidak jatuh tepat pada retina melainkan jatuh di belakang retina. Kelainan mata
ini bisa diatasi dengan bantuan lensa konveks atau sering juga disebut
kacamata plus.
Presbiopi atau
sering juga disebut rabun tua karena biasanya kelainan mata ini dialami oleh
orang-orang yang sudah berusia di atas 40 tahun. Kelainan jenis ini membuat si
penderita tidak mampu melihat dengan jelas benda-benda yang berada di jarak
jauh maupun benda yang berada pada jarak dekat. Untuk mengatasi kelainan mata
ini, diharuskan mengenakan kacamata bifokal.
Astigmatisma atau akrab pula disebut dengan istilah silinder, adalah sebuah gangguan pada mata yang membuat si penderita tidak mampu membedakan garis lurus. Gangguan mata ini disebabkan karena adanya permukaan yang tidak rata pada bagian mata sehingga ketika cahaya dipantulkan melalui permukaan yang tidak rata tersebut, maka akan mengirimkan cahaya yang tidak rata pula pada retina mata. Untuk mengatasi masalah ini, dapat menggunakan lensa silinder.
Nancy
Reagan dengan kacamata oversizenya. Kacamata bukan hanya sebagai
alat bantu penglihatan, tetapi juga sebagai aksesoris
Kacamata Kini
Sekarang
ini, kacamata lazim sekali menggunakan lensa plastik.
Hal ini disebabkan pertimbangan untuk melindungi mata si pengguna karena lensa
plastik tidak mudah pecah dibandingkan dengan lensa kaca. Selain itu, dengan
perkembangan teknologi yang semakin canggih, lensa kacamata plastik pun
diusahakan supaya tidak mengalami pecah berkeping-keping sehingga tidak
membahayakan mata penggunanya.
Penggunaan kacamata pada zaman sekarang tidak lagi terbatas sebagai alat bantu penglihatan. Saat ini, kacamata sudah menjadi salah satu aksesoris fashion yang turut berkembang pesat.[5] Tidak jarang pula kacamata menjadi gaya khusus bagi seseorang.
Lensa
Kontak, Alternatif Pengganti Kacamata
Walaupun
begitu, kacamata sekarang ini mulai dirasa merepotkan. Walaupun praktis dan
mudah digunakan, tetapi kacamata juga dirasakan menghambat manusia dalam
berkegiatan seperti misalnya ketika berolahraga, ketika makan-makan panas yang
menyebabkan lensa kacamata berembun, berenang, ketika berjalan di tengah hujan,
atau melakukan perpindahan dari tempat yang bersuhu cukup drastis misalnya dari
tempat yang dingin sekali ke tempat yang lebih hangat. Keberadaan lensa kontak untuk
membantu penglihatan serta operasi lasik pun mulai menjadi alternatif
bagi pengguna kacamata.[6]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar